Kenapa Flow Meter Tidak Berputar? Ini 4 Penyebab & Solusinya
Nadhira Setyaningrum
Senior Instrumentation Engineer
Dalam sistem instrumentasi fluida di sektor manufaktur, flow meter merupakan komponen vital untuk memastikan akurasi pengukuran debit. Kegagalan operasional seperti alat yang berhenti berputar atau mengalami penyumbatan (clogging) dapat mengakibatkan deviasi data yang signifikan dan mengganggu efisiensi proses produksi.
Berikut adalah analisis teknis mengenai penyebab utama kegagalan flow meter serta langkah-langkah perbaikannya:
1. Masalah pada Modul Counter (Penghitung)
Penyebab paling sering pada flow meter tipe mekanik adalah kerusakan pada sistem gear di dalam modul counter. Jika roda gigi (gear) aus, retak, atau terselip kotoran mikro, angka tidak akan bertambah meski fluida tetap mengalir.
- Tanda-tanda: Jarum atau angka digital terlihat bergetar namun tidak berpindah, atau berhenti total di angka tertentu.
- Solusi:
- Bongkar modul counter dan bersihkan dari debu halus.
- Periksa integritas roda gigi; jika ada yang patah, segera ganti dengan suku cadang asli.
- Gunakan komponen counter berbahan logam (bukan plastik) untuk durasi pakai yang lebih lama.
2. Saringan (Strainer) Jebol atau Rusak 
Strainer berfungsi untuk memfilter kontaminan sebelum fluida memasuki unit ukur. Jika elemen penyaring rusak atau jebol, partikel padat akan masuk ke dalam chamber dan mengunci pergerakan rotor.
- Tindakan Korektif:
- Pemeriksaan integritas mesh secara periodik.
- Pastikan menggunakan Basket Strainer berbahan Stainless Steel (SS304/SS316) yang memiliki ketahanan tekanan tinggi untuk aplikasi industri berat.
3. Instalasi Tanpa Saringan/strainer (Inlet)
Banyak kegagalan flow meter terjadi karena kesalahan instalasi awal, yaitu tidak memasang saringan pada sisi inlet. Tanpa filter, benda asing sekecil apa pun memiliki peluang 100% untuk merusak komponen presisi di dalam alat ukur.
- Rekomendasi Pemasangan:
- Untuk Solar/Bahan Bakar: Pasang Y-Strainer minimal 60 mesh.
- Untuk Air Limbah/Industri: Gunakan Basket Strainer 80 hingga 100 mesh untuk memastikan partikel halus tersaring sempurna.
4. Ketidaksesuaian Ukuran Mesh Saringan
Pemilihan kerapatan saringan harus disesuaikan dengan karakteristik viskositas fluida untuk menjaga akurasi pengukuran:
- Solar atau Bahan Bakar: Gunakan 60 - 80 mesh untuk menjaga keseimbangan antara proteksi komponen dan stabilitas laju aliran.
- Air Bersih: Gunakan 80 - 100 mesh untuk memfiltrasi sedimen halus dan partikel pasir.
- Cairan Viskositas Tinggi (Oli): Gunakan 40 - 60 mesh untuk mencegah hambatan aliran serta meminimalisir penurunan tekanan (pressure drop) yang berlebihan.

